Kontrol ke Dokter Kandungan Sebaiknya Berapa Kali, Ya?
Frekuensi pemeriksaan dapat di check berdasarkan umur kadar Moms

Selama hamil salah satu jadwal yang kebanyakan teratur calon ibu jalani adalah pemeriksaan kehamilan ke dokter kandungan. Hal ini mempunyai tujuan untuk memeriksakan suasana janin dan kesehatan selama hamil. Tapi, mungkin banyak di pada Moms yang bertanya-tanya pemeriksaan ke dokter kadar itu sebaiknya dilakukan berapa kali, ya?

Terutama pas trimester awal dikala janin tetap berukuran memadai kecil. Tapi, tentu saja panduan dokter untuk tetap pemeriksaan teratur perlu dipatuhi. Karena pemeriksaan terus menerus ini berkaitan pula bersama proses persalinan kelak, apakah dapat lancar, safe dan nyaman?

Kontrol secara tertata adalah upaya memantau suasana kesehatan calon Moms dan janin. Dengan begitu, hal-hal buruk yang mungkin terjadi pada Moms dan calon bayi dapat dapat diantisipasi segera melindungi kesehatan bunda .

Baca Juga : 9 Pertanyaan yang Wajib Ditanyakan Ke Dokter Kandungan Saat Program Hamil

Sebuah penelitian menyebutkan, calon ibu yang tak memeriksakan kehamilannya berisiko tiga kali lipat untuk melahirkan bayi bersama suasana berat rendah. Bahkan, sekiranya tak pemeriksaan ke dokter, bayi berisiko meninggal atau keguguran lima kali lebih tinggi dibandingkan sekiranya calon Moms teratur memeriksakan diri ke dokter.

Selain itu, Moms perlu berkonsultasi bersama dokter untuk menyadari bagaimana langkah merawat kesehatan fisik dan mental, menyadari bagaimana menahan kelahiran prematur, mengantisipasi susah dan komplikasi pas melahirkan.

Tak cuma itu, dokter juga dapat berikan saran-saran paling baik untuk calon Moms dan suami didalam persiapan untuk jadi orang tua.

Baca Juga : Dokter Kandungan yang Aktif di Sosial Media untuk Konsultasi Gratis Sekaligus Berbagi Ilmu

Jadi, seberapa kerap Moms perlu bersua bersama dokter?

Menurut Departemen Kesehatan AS, para ahli memberi saran ibu hamil untuk bersua atau berkonsultasi bersama dokter bersama jadwal sebagai berikut: klinik usg di bekasi

Sekali tiap-tiap bulan selama umur hemilan minggu 4 sampai 28.
Dua kali sebulan selama umur kehamilan minggu 28 sampai 36.
Setiap minggu pada umur kehamilan 36 sampai persalinan tiba.
Nah, perlu diperhatikan, sekiranya umur Moms sekarang lebih dari 35 th. atau kehamilannya berisiko tinggi, Moms mungkin dapat lebih kerap menemui dokter.

Tujuannya untuk memantau kesehatan dan tumbuh kembang janin, dan juga sekiranya tersedia suatu masalah dapat segera ditangani bersama baik.

Baca Juga : Jangan Salah Memilih Dokter Kandungan untuk Persalinan

Pada kunjungan pranatal pertama, Moms mungkin dapat ditanyakan beberapa hal oleh dokter, di antaranya:

Dokter menanyakan perihal riwayat kesehatan keluarga
Dokter menanyakan perihal riwayat kesehatan moms sendiri, juga penyakit, operasi, atau kehamilan sebelumnya.
Melakukan pemeriksaan fisik lengkap, juga pemeriksaan panggul dan tes Papsmear.
Memeriksa tekanan darah, tinggi badan, dan berat badan.
Menghitung atau memprediksi tanggal kelahiran.
Pada kunjungan pertama, rencanakan untuk berkonsultasi bersama dokter setidaknya satu jam. Moms jangan ragu, was-was dan malu untuk mengajukan pertanyaan dan diskusikan masalah apa pun yang berkaitan bersama kehamilan.

Cari menyadari bagaimana sehingga suasana Moms dan janin didalam rahim dapat tetap sehat. Jika ini bukan kehamilan pertama, dan Moms mengalami masalah pada kehamilan sebelumnya, perlu untuk mendiskusikan bersama dokter Anda perihal hal.

Lalu, apakah tersedia tindakan pencegahan spesifik yang perlu dilakukan oleh dokter dan sebagainya.

Moms juga dapat meniti beberapa tes rutin. Beberapa pemeriksaan ini direkomendasi di antaranya: pemeriksaan darah untuk menyadari apakah Moms mengalami anemia atau tidak, golongan darah, HIV, dan faktor lainnya.

Pemeriksaan lainnya mungkin dapat ditawarkan dokter cocok bersama umur Moms, riwayat kesehatan teristimewa atau keluarga, latar belakang etnis Moms, atau hasil dari tes teratur yang telah dilakukan.

Untuk selanjutnya, kunjungan pranatal mungkin besar dapat lebih sering. Dokter dapat memeriksa kesehatan Moms dan memastikan bayi tumbuh layaknya yang diharapkan. Sebagian besar kunjungan pranatal termasuk pengukuran berat badan, memeriksa tekanan darah, dan memeriksa detak jantung janin didalam rahim.

Pada kurang lebih umur kehamilan 36-38 minggu, dokter dapat lebih intensif memeriksa suasana kehamilan dan janin untuk mengantisipasi jika terjadi suatu masalah. Dokter dapat memeriksa posisi bayi untuk menyaksikan apakah pada pas persalian dilakukan operasi caesar atau tidak.

Nah Moms, jangan malas untuk pemeriksaan ke dokter ya, pastikan periksa kehamilan secara teratur cocok jadwal!

Kontrol ke Dokter Kandungan Sebaiknya Berapa Kali, Ya?

Post navigation


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *